Showing posts with label endonesa. Show all posts
Showing posts with label endonesa. Show all posts

Wednesday, June 12, 2013

Chevron Bioremediation Case

Tulisan dibawah semoga dapat memberikan pencerahan kenyataan agar kasus ini menjadi terang bagi semua orang.

Sekilas Mengenai Bioremediasi : 

Proses pembersihan tanah terkontaminasi minyak dengan menggunakan mikroba.


Timeline terjadinya kriminalisasi bioremediasi : 

  • Juni 2011: PT GPI dan PT SGJ menang tender.
  • Maret 2012 : Kejagung menyatakan proyek bioremediasi adalah proyek fiktif, tujuh orang ditetapkan tersangka.
  • April 2012: Kejagung mengambil sampel di 2 dari 9 fasilitas yang dimiliki PT CPI
  • September 2012: Enam dari tujuh tersangka ditahan
  • November 2012: Pra-peradilan membebaskan 4 tersangka dari tahanan.
  • Desember 2012: Penyidik melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor Jakarta
  • Mei 2013: Herland (GPI) divonis 6 tahun penjara, Ricksy (GPI) 5 tahun penjara berikut ganti kerugian negara $9.9 juta dolar + denda Rp. 450 Juta.
Empat Poin Rangkuman Kasus Bioremediasi

cat : (Font merah adalah Tuntutan Kejagung dan Dasar Vonis Hakim) VS (Font Biru adalah Fakta Persidangan yang didukung oleh KLH (Kement. Lingk. Hidup, SKKMIGAS, ESDM, Komnas HAM, Seskab, dan Masyarakat)


1. 
  • Proyek Bioremediasi Fiktif : Tes dilakukan sendiri oleh Edison Effendi (Saksi ahli Kejakgung yang kalah dalam tender) di Lab menunjukkan tanah tidak tercemar).
  • Proyek Bioremediasi Tidak Fiktif : Pengambilan Sampel tidak sesuai SOP, dan diuji Lab yang tidak terakreditasi. Dan Proyek ini telah disetujui, dimonitor, dan diaudit oleh SKKMIGAS dan KLH (500,000 m3 tanah telah dibersihkan).

2. 
  • Adanya kerugian negara yang dihitung oleh BPKP atas pesanan dari Kejagung, berdasarkan informasi yang diberikan oleh Edison E. 
  • Tidak ada kerugian negara : SKKMIGAS menyatakan belum ada kerugian negara karena pembiayaan bioremediasi belum di cost-recovery (seluruh biaya masih ditanggung oleh Chevron).

3. 
  • Ini adalah Kasus Pidana Korupsi karena ada kerugian negara.
  • Sesuai dengan UU 22/2001 dan PSC (Production Sharing Contract), persengkataan adalah kasus perdata antra Chevron dan Negara, tidak menyentuh karyawan dan tidak memenuhi unsur pidana korupsi.

4. 
  • Kedua kontraktor tidak memiliki sertifikasi bioremediasi dan tidak memiliki ijin/permit bioremediasi.
  • Berdasarkan regulasi dan konfirmasi dari KLH, Kontraktor tidak perlu permit. Yang perlu permit adalah Chevron Indonesia, dan Chevron Indonesia memiliki permit tersebut

Bacaan terkait :

Wednesday, January 9, 2013

Inside the frame

The religion brings many people together, so some degree of discipline is necessary of course, but if you focus too much on formalities, you can lose sight of your original purpose.
Things like teachings/precepts and doctrines are, ultimately, just expedients. The important thing is not the frame itself but what is inside the frame.




Wednesday, December 26, 2012

Belief

"If a certain belief—call it 'Belief A'—makes the life of that man or this woman appear to be something of deep meaning, then for them Belief A is the truth. If Belief B makes their lives appear to be powerless and puny, then Belief B turns out to be a "falsehood. The distinction is quite clear. If someone insists that Belief B is the truth, people will probably hate him, ignore him, or, in some cases, attack him. It means nothing to them that Belief B might be logical or provable. Most people barely manage to preserve their sanity by denying and rejecting images of themselves as powerless and puny."

"What people need is beautiful, comforting stories that make them feel as if their lives have some meaning. Which is where religion comes from"

Tuesday, January 27, 2009

Coblos Siapa?

Presiden..??
menurut anda apakah Ekonom/pejabat daerah/militer/pemuka agama/artis/bahkan joint venture dari negara tetangga (sangking gak ada yang becus) ..?

Dari bacaan yang pernah gw baca..sekolah2 leadership dari berbagai perusahaan yang mengambil calon pemimpin perusahaannya tanpa outsourcing mensyaratkan seorang pemimpin tersebut HARUS memiliki sisi religi yang kuat, hal tersebut menjadi hal pertama yang dilihat dr diri seorang pemimpin. Bener jg si dengan dasar religi yang kuat (dan lurus tentunya) dijamin semua aspek bakal kejamah semua.

Presiden yang oke..tentu harus yang memiliki kader2 yang kuat serta bertanggung jawab. Apalah arti seorang presiden tanpa tangan kanan dan kirinya dalam membantu pekerjaannya. Segala macem kriteria bisa dijadiin satu.
Ekonom : dengan pengetahun serta kemampuan forecasting yang baik
Militer : Disiplin serta tanggung jawab
Agamis : (atas.red)
Artis : Karisma yang dimiliki untuk dapat diterima di semua kalayak

Ya bagaimanapun juga presiden adalah pilihan rakyat..asas demokratis serta desentralisasi pemilihan harus sangat dijunjung tinggi. Pengetahuan mendalam akan siapa nanti calon yang dipilih harus jelas.
Masa rakyat gak tau seluk beluk siapa calon pemimpinnya? 5 taun lalu, gw gak tau siapa SBY tp gw coblos2 aja. Hasilnye? hehe..

Bangun Jakarta part I

mau jadi orang yang paling ditakutin di jakarte kagak???

bahan2 yang lo perluin cuman :
- motor bebek bodong ( 1jutaan cukup, pake motor cina aje yang penting bodong)
- knalpot seharga 50rebet yang suaranye cempreng mampus.
- sepatu bot ( makin ancur makin metal )
- rambut gondrongin 2 bulan ato kalo males nunggu, botakin plontos
- yang terpenting.. kacamata item ( 15rb kalo hoki ditawar bisa 12rb )

banyangin terus ngayal dikit. . .

lo banyangin deh.. dengan modal sekitar sejeti aje lo bisa jadi orang yang paling ditakutin di jakarte ibukote. ( berape banyak nyang bisa jadi preman?)
ps: preman -> makin ditakutin makin gampang nyari duit.

dan lo banyangin penjualan motor seharinye nyampe 1500 bijii dan mobil 800 bijii plus urbanisasi yang bisa nyampe 300rb pertaun.. dengan total penduduk jakarte 16jetian. ( data abstrak! kaga konkret, misal doang! jangan dikomen!).

pertanyaan nyang perlu ente diskusiin. . .

- gimane keadaan jakarte di taon 2013 ????
- terus.. gimane penyeleseannyee??
dan....
- apa kabar noh Pisit Indonesia? kalo ibukotanye kaya gitu?

Yang gw pengen omongin noh keadaannye.. ama jalan keluarnye.
( kali2 aje salah satu dari kite jadi gubernor cuii )

Monday, January 26, 2009

Band Indonesia kini..

Baru-baru ini gw lagi mencoba mensibukkan diri dengan aktivitas baru sebagai Band Manager. Sangat menyenangkan, disinilah passion gw, musik. Band ini masih terbilang ecek-ecek, belom ada apa-apanya. Tapi satu yang kita punya, kebersamaan dalam satu visi. Menciptakan musik (harus) berkualitas.

Dulu, gw adalah personil band as a guitarist, jadi sedikit banyak tau how to play (cyeh sombong..padal si biasa aja..hehe). Gw dan band gw (Textmen nama bandnya), mencoba mendobrak musik-musik major yang ada di Indonesia. Mencoba menciptakan kreasi dari lirik dan aransemen yang bermutu, itulah yang kami lakukan.

Disini gw gak mau berpromosi mengenai band gw, gw pengen membahas suatu hal yang sangat menganggu telinga gw saat mendengarkan musik sekarang. Gw melihat beberapa band saat ini (sorry to say) gak bermutu.. Lirik yang selalu bertemakan cinta, cinta, dan cinta..Sama halnya sengan sinetron-sinetron terbaru. Ada apa sih dengan topik itu? Udah cukup kek membahas cinta dengan sangat dilebih-lebihkan..kata-kata yang digunakan juga antara band yang satu dengan yang lain gak jauh beda "aku mencintaimu apa adanya", "aku jatuh cinta padamu", "aku rindu padamu", "aku tak bisa hidup tanpamu"..Plis! Enough! Apa sih?? Sakit hati dikit bikin lagu, lagi bahagia dikit dengan pasangan bikin lagu.

Gw gak menyalahkan itu sih, tp menurut gw cara pengungkapan mereka ke dalam sebuah lagu itu yang gw salahin. Sangat nggak kreatif dan imajinatif. Gw udah lupa lagu "oo...oo..kamu ketauan..pacaran lagi.." damn..what a trash.. Gw lagi-lagi berteori..

"Lagu itu terbagi dua..Satu adalah lagu yang gampang diinget tapi gampang dilupain, satu lagi lagu yang susah diinget tapi susah dilupain"

Sampai saat ini gw gak pernah lupa lirik lagunya dewa 19 (saat masih bervokalis ari lasso), "kirana":



"lusuh lalu tercipta mendekap diriku, hanya usang sahaja kudamba Kirana, ratapan mulai usang nur yang ku mohon"

Cerdas sekali Ahmad Dhani cs menciptakan lirik, dan permainan melodi Andra juga sangat unik. Tapi yang gw bingung perubahan mereka menjadi Dewa sekarang malah menurut gw adalah suatu penurunan dalam penciptaan bermusik. "Aku sedang ingin Bercinta". Big NO!

Dan beberapa band lain yang gw tau kalian pasti tau siapa aja. "K Band", "V band", dll.
Suatu waktu gw mencoba dengerin musik kearah aliran indie, dan ternyata gw seperti menemukan harta karun yang selama ini gak terjamah oleh manusia. Band-band seperti Pure Saturday, Sore, The Milo, Funky Kopral (bukan Fangkop yang skrg), Santamonica, Rock n Roll Mafia, dll. adalah beberapa band yang menurut gw sangat hebat, menciptakan suatu musik yang sangat berkualitas!

Gw sangat mengagumi kemampuan mereka untuk jujur dalam bermusik, gak ada yang dilebih-lebihkan, dan tidak ada yang dikurang-kurangkan, mereka berani bereksperimen dengan kemampuan mereka, mendobrak paradigma musik indonesia banget. Thx to them, band gw skrg sangat terinspirasi dari cara mereka bermain musik. Sedangkan untuk musik2 yang ada skrg gw anggep adalah abang2 jualan mie ayam di pagi hari dimana gak akan gw gubris. Gw lebih milih nyemplung ke kolam lumpur daripada harus dengerin "Selingkuh" selama semenit.

Hidup Indonesia. Maju Terus Semuanya.

AntiSinetron



Mengapa sinetron bisa begitu merajalela? Masyarakat Indonesia secara umum belum bisa menilai mutu/kualitas suatu tayangan dengan akurat. Penonton dari kelas menengah atas mungkin“sulit dibohongi” oleh sinetron-sinetron murahan, mereka mungkin lebih prefer untuk membaca, surfing internet, menonton DVD, bermain console game, atau hang out sebagai sarana hiburan. Kalaupun menonton televisi, pasti menggunakan satelit/TV kabel yang pilihannya jauh lebih beragam dan berkualitas. Ujung-ujungnya, sinetron akan kian diminati, permintaan pasar terus bertumbuh, dan pembodohan masal terus bergulir.


Gw gak bermaksud sirik dengan Raam Punjabi yang kian tajir karena dagangannya laris manis di pasaran. Gw juga gak bermaksud menyalahkan orang-orang production house yang mungkin menyangka bahwa orang-orang kita tidak pernah menonton serial luar. Barangkali memang mereka berniat membuat karya bermutu, namun terpaksa harus realistis dan mengikuti selera pasar.


Masalahnya, sinetron sebenarnya mengajarkan kita dengan hedonisme dan mengajak kita untuk bermimpi tentang gaya hidup yang serba wah. Lebih parah lagi, televisi ditonton mayoritas oleh kalangan kurang terpelajar, ibu-ibu rumah tangga, atau pembantu yang butuh waktu lama untuk menyadari bahwa mereka sedang dikibulin dengan impian kalangan atas.


Begitulah selera mereka. Mereka gampang terbuai dengan kemewahan, berkhayal menjadi orang kaya, bermimpi dipersunting pangeran kaya dan tampan, membayangkan memperistri wanita cantik dan seksi, memiliki rumah mewah dan mobil belasan, dan sebagainya.


Gw bisa bilang menonton sinetron sama sekali tidak cerdas. ngabisin waktu dengan percuma, dan sangaaaat tidak mendidik. "Masa' pengemis punya rambut halus dan pirang, muka putih, kulit halus terawat, dan memakai baju mahal???" Dimana otaknya? sampai hal sekecil itu aja gak diperhatiin? Sama sekali gak profesional. Di Indonesia ini gw jadi mikir, "Mau sukses di dunia entertainment? klo mau bagus, bagus banget sekalian, mau jelek, jelek banget sekalian" Dan sinetron tersebut masuk ke opsi kedua.


Semoga suatu hari nanti akan ada suatu perubahan besar dalam dunia per-sinetronan Indonesia. Entah itu akan berubah dari segi kreativitasnya, sinematografi, dll, atau bahkan mungkin sinetron akan dihapuskan. (Pemr. Indonesia kan kadang suka bikin peraturan2 yang bikin kita geleng2 sendiri).


Dan cukup mengharukan(baca: sedih) juga melihat beberapa artis yang menurut gw dia gak butuh pekerjaan untuk memerankan peran sinetron demi meningkatkan kualitas mereka.. Halo mas Wingky..mbak Agnes..he..(smoga yang bersangkutan membaca) i guarantee this is not the job you want..kecewa melihat kalian harus akting menangis2 di sebuah sinetron demi untuk uang semata..he.. salut untuk mas Saputra dan mbak Luna..they proof that they can live with their own idealism in this rotten country..!


Hidup Indonesia, Majulah Terus Semuanya